SITUS POKER & DOMINO QQ ONLINE

�� PROMO KHUSUS NEW MEMBER DI TANGKAS DOMINO

�� DEPOSIT 20000 BONUS LANGSUNG 20000
�� Menyediakan Texas Poker, Domino99, Bolatangkas, Adu Kiu, Bandar Kiu , Adu Dadu, Bandar Dadu, Bandar Sakong.
�� Bonus Referral 20%
�� Bonus Rolingan

Hubungi Customer Service kami yang ramah tamah melalui LIVECHAT ATAU WHATSAPP 0812 7980 898

��‍♀️ WWW.TANGKASDOMINO.ME

Berikut 3 Fakta Tentang PM Armenia Nikol Pashinyan


Sumber foto: Anadolu Agency


Tangkas Domino - Kekalahan telak Armenia dalam perseteruannya dengan Azerbaijan pada tahun 2020 memaksa Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, untuk mengadakan pemilihan lebih cepat dari yang seharusnya. Oposisi mendesak agar pemilu segera diadakan, setelah kalah di Nagorno-Karabakh karena serangan besar-besaran yang diluncurkan oleh Azerbaijan.


Meski sempat diragukan memenangkan pemilu yang berlangsung Minggu (20/6/2021), Pashinyan tetap berhasil mempertahankan kursi kekuasaannya dengan kokoh, seperti dikutip dari BBC. Ia kembali memimpin sebagai Perdana Menteri Armenia setelah partainya menang 54 persen.


Kemenangan ini menjadi catatan sejarah baru bagi Armenia. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat masih sangat kuat terhadap seorang pemimpin, meskipun ia telah gagal mempertahankan salah satu wilayahnya.


Menanggapi kemenangan Pashinyan, pihak oposisi dengan tegas menolak untuk mengakui hasil pemungutan suara dan menyatakan telah terjadi kecurangan besar. Namun untuk saat ini, hanya ada satu pemenang, Nikol Pashinyan.


Berikut penjelasan singkat mengenai fakta Nikol Pashinyan yang gagal dilengserkan dari kepemimpinannya di Armenia.


Bertanggung jawab atas kekalahan Armenia di Nagorno-Karabakh


Pertempuran besar yang terjadi di Nagorno-Karabakh pada 27 September hingga 10 November 2020 antara Armenia dan Azerbaijan menjadi kenangan pahit yang akan selalu dikenang oleh rakyat Armenia. Tepat di tahun ketiga masa jabatannya sebagai perdana menteri, Nikol Pashinyan terpaksa menyerahkan hampir seluruh wilayah Nagorno-Karabakh kepada Azerbaijan.


Wilayah tersebut sebelumnya telah dikuasai oleh pasukan Armenia sejak tahun 1994. Penyerahan wilayah tersebut merupakan bentuk kesepakatan damai antara keduanya yang dimediasi oleh Rusia, seperti dilansir CBC.


Penandatanganan perjanjian damai dan gencatan senjata pada 9 November 2020 secara resmi menyerahkan tujuh distrik utama Nagorno-Karabakh Armenia yang "terjajah" kembali ke Azerbaijan.


Kemenangan taktis yang dicapai oleh militer Azerbaijan selama pertempuran enam minggu melawan militer Armenia membawa Nikol Pashinyan ke meja perundingan. Pelepasan Nagorno-Karabakh dari tangan Yerevan memicu emosi rakyat Armenia. Mereka menuduh perdana menteri mereka pengecut dan penghianat.


Adalah seorang jurnalis sebelum terpilih sebagai perdana menteri


Terlalu aktif dalam politik membuat Pashinyan harus dikeluarkan dari universitasnya pada 1995. Ia juga memiliki banyak musuh. Namun, dia tidak berhenti di situ.


Sejak tahun 2000, Pashinyan memulai karirnya sebagai jurnalis dan pemimpin redaksi di salah satu media Armenia, Haykakan Zhamanak. Posisi tersebut menjadikannya salah satu orang yang paling dikenal di Armenia, seperti yang dilaporkan The Guardian.


Ketenaran Pashinyan sendiri bukan tanpa alasan karena ia menggunakan posisinya sebagai jurnalis untuk mengkritik banyak kebijakan pemerintah. Kritik tajam Pashinyan diyakini telah memicu kerusuhan besar-besaran di Kota Yerevan pada 2008 yang menewaskan 10 orang.


Karena tindakannya, Nikol Pashinyan terpaksa bersembunyi, tetapi kemudian dia memilih untuk menyerahkan diri pada tahun 2010 yang membuatnya dipenjara selama satu tahun.


Pengalaman dinamis Nikol Pashinyan juga menjadi alasan utama mengapa ia memutuskan untuk terlibat di parlemen Armenia pada 2016. Ia kemudian memimpin revolusi damai pada 2018 yang membawanya ke posisinya saat ini, yaitu Perdana Menteri Armenia.


Hampir dikudeta oleh militer dan oposisi


Kekalahan Armenia yang dipimpin Pashinyan dalam Perang Nagorno-Karabakh 2020 hampir membuatnya menjadi Perdana Menteri Armenia pertama yang digulingkan oleh militer dan oposisi pemerintah. Pecahnya krisis politik akibat pahitnya perang, membuat keadaan Armenia menjadi sangat kacau.


Dilansir Reuters, kondisi krisis tersebut ternyata cukup membawa Pashinyan dan militer Armenia ke dalam konfrontasi yang sangat panas. Pashinyan menuduh pimpinan militer Armenia berusaha menggulingkan pemerintahannya dengan mengeluarkan surat pernyataan kolektif. Surat itu berisi permintaan agar Pashinyan mengundurkan diri dari jabatannya.


Perbedaan pandangan yang menyelimuti pemerintah dan militer saat itu, memberikan peluang bagi pihak oposisi untuk memanfaatkan kelemahan tersebut. Mereka ikut mendesak Pashinyan untuk mundur dari kursi perdana menteri. Namun dengan tekad yang kuat, Pashinyan enggan menyerah tanpa perlawanan.


Ia pun sepakat untuk menggelar pemilu darurat untuk menentukan pemimpin Armenia pada 20 Juni 2021. Hasil pemilu menyatakan bahwa Nikol Pashinyan melalui partainya masih dipercaya masyarakat untuk melanjutkan kekuasaannya di Armenia.


Posting Komentar

0 Komentar