SITUS POKER & DOMINO QQ ONLINE

�� PROMO KHUSUS NEW MEMBER DI TANGKAS DOMINO

�� DEPOSIT 20000 BONUS LANGSUNG 20000
�� Menyediakan Texas Poker, Domino99, Bolatangkas, Adu Kiu, Bandar Kiu , Adu Dadu, Bandar Dadu, Bandar Sakong.
�� Bonus Referral 20%
�� Bonus Rolingan

Hubungi Customer Service kami yang ramah tamah melalui LIVECHAT ATAU WHATSAPP 0812 7980 898

��‍♀️ WWW.TANGKASDOMINO.ME

Presiden Jokowi Putuskan Berlakukan PPKM Darurat

 

Sumber foto: Biro Pers/Lukas


Tangkas Domino - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menanggapi kasus COVID-19 yang terus melonjak setiap hari.


“Hari ini ada finalisasi kajian untuk kita melihat karena lonjakan yang sangat tinggi dan kita harapkan selesai karena diketuai oleh Pak Airlangga, Pak Menko Ekonomi untuk memutuskan diberlakukannya PPKM Darurat," kata Jokowi di Munas KADIN, yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu. (30/6/2021).


Pemerintah belum memutuskan berapa lama PPKM Darurat akan berlangsung


Soal jangka waktu PPKM Darurat, Jokowi mengatakan belum diputuskan. Saat ini, kata dia, pemerintah masih akan melihat peta persebaran COVID-19 di pulau Jawa-Bali.


“Gak tahu nanti keputusannya apakah seminggu atau dua minggu. Kalau petanya sudah kita ketahui semuanya, khusus hanya di Pulau Jawa dan Bali, karena di sini ada 44 kabupaten dan kota, serta 6 provinsi yang nilai assessment-nya 4 kita adakan penilaian secara detail, sehingga harus ada treatment khusus sesuai indikator yang ada dipenilaian WHO," kata Jokowi.


Jokowi: Perlu ketegasan keputusan hadapi COVID-19


Jokowi menunjukkan grafik persebaran kasus virus corona di Jakarta Barat. Dari grafik terlihat bahwa zona merah merata di Jakarta Barat.


“Saya beri contoh di Jakarta Barat, RT/RW yang terkena COVID sudah seperti itu, artinya sudah merata sehingga memang harus ada sebuah keputusan yang tegas untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.


Satgas: Indonesia sudah masuk gelombang kedua, meningkat hingga 381 persen


Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan dalam enam pekan terakhir kasus COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Dia mengatakan, kenaikannya mencapai 381 persen.


“Pada puncak kasus pertama, kenaikan dari titik kasus terendah sebesar 283 persen dan memuncak dalam waktu 13 minggu. Sedangkan pada puncak kedua ini, kenaikan dari titik kasus terendah mencapai 381 persen atau hampir 5 kali lipatnya dan mencapai puncak dalam waktu 6 minggu,” kata Wiku dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/6/2021).


Wiku menjelaskan, pada puncak pertama Januari 2021, jumlah kasus mingguan mencapai 89.902 kasus. Sedangkan pekan ini jumlahnya jauh lebih tinggi, mencapai 125.396 kasus.


Pekan lalu, Indonesia mencatat jumlah kasus positif harian yang sangat tinggi, bahkan mencatat rekor baru kasus harian tertinggi selama pandemi, yakni bertambah 21.345 kasus dalam satu hari.


Bahkan, lanjut Wiku, Indonesia sudah mengalami penurunan kasus sejak puncak pertama, yakni selama 15 minggu dengan total penurunan hingga 244 persen.


“Kenaikan yang mulai terjadi satu minggu pasca periode libur lebaran menunjukkan dampak yang ditimbulkan akibat libur panjang ternyata dapat terjadi sangat cepat. Awalnya kenaikan terlihat normal dan tidak terlalu signifikan. Namun, memasuki minggu ke-4 pasca periode libur kenaikan meningkat tajam dan berlangsung selama tiga minggu hingga mencapai puncak kedua di minggu terakhir,” kata Wiku.


Dengan peningkatan kasus yang signifikan ini, Wiku menyebut kasus mingguan virus corona di Indonesia telah mencapai puncaknya. Padahal, kata dia, Indonesia kini sudah memasuki gelombang kedua.


"Hal ini menandakan second wave atau gelombang kedua kenaikan kasus COVID di Indonesia," kata Wiku.

Posting Komentar

0 Komentar